Sabtu, 01 November 2014

pentingnya keluarga dalam pembentukan karakter

                                                                MAKALAH
PENTINGNYA KELUARGA DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG SEHAT
                                                                                            




DISUSUN OLEH:
Rosalia Haryati

YAYASAN MURIA BINA INSAN MULIA KUDUS
AKADEMI KEBIDANAN KABUPATEN KUDUS
TAHUN AJARAN 2014/2015

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Pada kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan terima kasih kepada :
1.    H. Trisno suwandi, S.pd,MM, selaku DIREKTUR AKBID KABUPATEN KUDUS
2.    Bapak Yudo Sutrisno, SKM,MSI
3.    Bapak, Ibu, dan teman yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan makalah ini.
4.    Seluruh anggota besar AKBID KABUPATEN KUDUS
5.    Teman-teman tercinta tingkat 1 yang telah memberikan dukungan dan semua pihak yang terkait dalam makalah ini.
         Penulis sangat menyadari adanya kekurangan dalam penulisan makalah ini, dan saran sangat    diharapkan kepada seluruh pihak guna untuk kebaikan penulisan makalah ini.
         Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.






















DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL  ................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... ii    
DAFTAR ISI .................................................................................................................            iii
BAB I  PENDAHULUAN ............................................................................................             1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................             1
1.2 Rumusan masalah  ...............................................................................             1
1.3 Tujuan ......................................................................................................             1
BAB II PEMBAHASAN ..............................................................................................             2    
2.1 pentingnya hubungan antar keluarga dalam membangun masyarakat yang sehat              ........................................................................................................................ 2
2.2 dampak masyarakat yang tidak sehat.................................................            2
      BAB III PENUTUP ................................................................................................             4
 3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 4
 3.2 Saran ......................................................................................................             4
      DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
             Manusia merupakan makhluk sosial. Artinya manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, itu di karenakan manusia memiliki akal dan pikiran yang di bekali oleh Tihan yang Maha Esa. Manusiapun juga memiliki naluri. Naluri untuk hidup lebih baik, untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, naluri untuk hidup dengan layak dan sebagainya. Manusia membutuhkan interaksi terhadap sesamanya.

1.2 Rumusan Masalah:
1.  mengapa hubungan antar keluarga penting dalam membangun masyarakat     sehat?
2.  apa saja dampak masyarakat yang tidak sehat? 
1.3 Tujuan:
1.  mengetahui pengaruh hubungan antar keluarga di dalam membangun masyarakat.
2. mengetahui dampak masyarakat yang tidak sehat.
.









BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pentingnya hubungan antar keluarga dalam membangun masyarakat yang sehat

Secara umum ada kemungkinan individu dapat menjadi seorang individu yang baik, ataupun menjadi seorang individu yang buruk. Biasanya dikarenakan:
a)    pribadi atau dari dalam dirinya masing-masing
b)    faktor pergaulan atau kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitarnya
c)    cara dan pola pikir individu tersebut
d)    perkembangan teknologi
e)    didikan orang terdekat
seseorang memiliki sifat dan karakter berdasarkan didikannya dan pondasi yang di derikan oleh orang tuanya masing-masing. Dan tergantung bagai mana cara orang tua mereka mengarahkan anaknya. Dan agar generasi penerus bangsa ini, menjadi lebih baik, harus di mulai dari orangtua yang cerdas, dan memiliki pengetahuan yang luas, dan memiliki nilai moral. Sehingga generasi yang akan datang menjadi generasi yang dapat memimpin negeri ini dengan baik.
Apa yang dilihat oleh anak kemudian memberikan warna dalam karakter  kepribadian mereka. Jika seorang anak mempunyai cita-cita dan semangat yang tinggi, boleh jadi itu adalah buah dari pola asuh dari keluarganya yang sangat mendorong anak-anak agar berani bercita-cita tinggi. Demikianlah seterusnya. Pada detik ini, tentu kita bisa mengevaluasi diri, sambil mengingat-ingat, seperti apa orang tua telah mendidik kita. Sewaktu kita masih anak-anak dulu, kita tidak sadar apa yang terjadi pada diri kita dan kita tidak bisa menolak apa yang diberikan orang tua kepada kita. Sesungguhnya saat itu kita cenderung pasif dan hanya menerima saja. Setelah kita besar, barulah kita merenungkan beberapa perbedaan dalam diri kita dengan orang lain. Percayalah, bahwa factor pembentuk perilaku kita pertama kali adalah di keluarga. Bagaimana kita dibentuk di keluarga pertama kalinya. Ternyata apa yang kita jalani, adalah tahap pembentukan tingkah laku kita, bagaimana cara kita bermasyarakat itu sudah terbentuk sedari kecil. Indikasinya adalah sebagai beriku:
a)    Usia 2-3 bulan, anak akan perhatian kepada orang. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan tangisanya apabila ditinggal sendirian.
b)    Usia 4 bulan, anak akan tersenyum terhadap siapa saja yang mengajak bicara
c)    Usia 6-7 bulan, anak bisa membedakan antara suara orang yang memarahi dan suara orang yang mengajaknya bermain.
d)    Usia 8-9 bulan, anak sudah bisa mulai meniru hal-hal yang sederhana dari orang lain
e)    Usia 11-12 bulan , anak akan menahan diri dari kegiatanya apabila dilarang oleh orang yang dewasa.
f)     Usia 18-20 bulan, anak akan memunculkan sikap melawan.
g)    Usia 20-24 bulan, anak akan beralih perhatianya dari peralatan bermainya kepada teman-temanya. dari sini naluri sosialisasinya semakin berkembang.


2.2 dampak masyarakat tidak sehat
            Apabila terjadi ketidak seimbangan dalam masyarakat, maka akan muncul penyakit-penyakit dalam masyarakat tersebut. Individu yang tidak dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat tersebut akan di anggap menyimpang dan mendapat hukuman dari masyarakat itu. Sehingga timbullah perpecahan atau keretakan dalam masyarakat tersebut.
                       







BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa keluarga itu memiliki peran penting dalam pembentukan karakter individu.
3.2 Saran
                  Di harapkan terbentuk masyarakat yang sehat.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar