Jumat, 31 Oktober 2014

kegiatan kebidanan di padurenan

Asslamualaikum..
Nama saya Rosalia Haryati.

 Alamat saya di Desa Padurenan rt 04 rw 03 Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.


 Saya lahir pada tanggal 19 februari 1997. Saya anak sulung dari pasangan Bapak Rosyadi dan Ibu Karsiyah. Saya 3 bersaudara, adik saya yang pertama bernama Muhammad Mafaza (8th) dan adik saya yang kedua bernama Yaumil Maghfur (2th). Saat ini saya sedang menyelesaikan pendidikanD3 kebidanan di AKBID PEMKAB KUDUS. Awalnya saya disini memang karena tidak ada pilihan lain. Kedua orangtua saya hanya menghendaki saya kuliah di kota saya sendiri. Mereka sama sekali tidak mengijinkan saya mengenyam pendidikan di luar kota dengan berbagai alasan. Namun selama disini, saya berusaha meyakinkan diri saya inilah pilihan hidup saya yang harus saya selesaikan. Saya telah memilih dan saya harus menjalaninya. saya telah berpijak di akademi ini, mana mungkin saya mundur begitu saja.
Awalnya saya belum mengerti tentang kesehatan. Namun disini saya belajar tentang kesehatan yang merupakan sebuah harga mati bagi hidup sesorang. Bicara tentang kesehatan, tentunya tak lepas dari pelayan kesehatan. Seperti yang sedang saya jalani, saya memperdalam tentang kesehatan ibu dan anak yaitu kebidanan. dari sosok bidan di Desa saya yaitu ibu bidan Yan Suprabawati biasa di panggil bu yayan yang berasal dari Desa Bategede rt 03 rw 04 Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

 Saya tau bahwa, tugas seorang bidan diantaranya adalah (1) memberikan pelayanan kepada ibu hamil, bersalin dan nifas (2) memberikan pelayanan kepada balita baik sehat maupun sakit (3) posyandu.
       Di padurenan, bidan desa memiliki beberapa kegiatan dalam mengupayakan maksimal kesehatan ibu dan anak dengan diadakannya:
a. periksa ibu hamil di setiap dukuh per bulan,
b. diadakannya posyandu di setiap dukuh per bulan,
c. penyuluhan kepada ibu-ibu PKK setiap bulan sekali di puskesmas Gribig,
d. pemeriksaan tumbuh kembang anak – PAUD,
e. penyuluhan kepada siswa SD.
       Sedangkan bu yayan sendiri mengadakan kegiatan posyandu di Desa Padurenan setiap satu bulan sekali dengan sistem 5 meja. setiap meja memiliki tugas tersendiri.
Meja 1 : pendaftaran balita, ibu hamil, dan ibu menyusui
Meja 2 : penimbangan balita
Meja 3 : pencatatan hasil timbangan
Meja 4 : penyuluhan dan pelayanan gizi bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui
Meja 5 : pelayanan kesehatan, KB, imunisasi, dan pojok oralit

     Menjadi seorang bidan tentunya bukan hal yang mudah. Dalam sekali waktu seorang bidan harus menyelamatkan dua nyawa sekaligus, tentunya nyawa si ibu dan si anak. Pepatah yang mengatakan “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda” tidak berlaku untuk bidan. Karena sekali seorang bidan itu gagal, maka nyawalah yang harus di korbankan.
        Setiap terjadi kematian saat persalinan maka akan dilakukan proses audit. Yaitu proses dimana siapapun yang terlibat dalam proses persalinan ataupun saksi yang ada di tempat kejadian perkara di panggil untuk menceritakan bagaimana proses persalinan itu dilakukan secara kronologis. Kemudian bidan yang bersangkutan harus membuat laporan yang harus di presentasikan untuk mengetahui dimana letak kesalahan sampai terjadi kematian.
        Cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Yaaaa artikel ini memang belum sempurna. Semoga bermanfaat. Tetima kasih atas kunjungannya.
Wassalamualaikum...

1 komentar: