MAKALAH
HAL-HAL YANG DIPERLUKAN DALAM MEMBANGUN
KELUARGA UTUH

DISUSUN OLEH:
Rosalia Haryati
YAYASAN MURIA BINA INSAN MULIA KUDUS
AKADEMI KEBIDANAN KABUPATEN KUDUS
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Pada
kesempatan kali ini penulis akan menyampaikan terima kasih kepada :
1. H.
Trisno suwandi, S.pd,MM, selaku DIREKTUR AKBID KABUPATEN KUDUS
2. Bapak Yudo Sutrisno, SKM,MSI
3. Bapak,
Ibu, dan teman yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan makalah ini.
4. Seluruh
anggota besar AKBID KABUPATEN KUDUS
5. Teman-teman
tercinta tingkat 1 yang telah memberikan dukungan dan semua pihak yang terkait
dalam makalah ini.
Penulis sangat menyadari adanya
kekurangan dalam penulisan makalah ini, dan saran sangat diharapkan kepada seluruh pihak guna untuk
kebaikan penulisan makalah ini.
Atas perhatiannya penulis ucapkan
terima kasih.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
............................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah ............................................................................... 1
1.3 Tujuan ...................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................. 2
2.1 peranan
keluarga .................................................................................. 2
2.2 Pfungsi keluarga....................................................................................
2
2.3 tugas kelurga...........................................................................................
3
2.4 hal-hal yang diperlukan dalam membangun keluarga
.................. 3
BAB III
PENUTUP ................................................................................................ 6
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 6
3.2 Saran ...................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul
dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat
dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan
atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama
lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan
suatu kebudayaan.
1.2
Rumusan Masalah:
1.
Apa saja peranan
keluarga?
2.
apa saja fungsi
keluarga?
3.
apa saja tugas
keluarga?
4.
hal apa saja
yang diperlukan untuk membangun keluarga utuh?
1.3
Tujuan:
1.
Memahami peranan keluarga.
2. Memahami
fungsi
keluarga.
3. Memahami
tugas kelurga.
4. Memahami
hal-hal yang
diperlukan untuk membangun keluarga.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1
Peranan keluarga
Peranan
keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang
berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi
dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai
peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:
Ayah sebagai suami dari isteri dan
ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari nafkah,
pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepalakeluarga, sebagai anggota dari
kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai
anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya,
ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan
pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu
juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam
keluarganya.Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental,sosial, dan spiritual.
2.2
fungsi kelurga
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah:
1. Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga
mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan
anak.
2. Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga
mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga
melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara
instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam
berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling
pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Agama dilihat
dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga
lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini
dan kehidupan lain setelah dunia
6. Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga
mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat
memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan
suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama,
bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8. Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga
meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan rasa aman di
antara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
2.3
tugas keluarga
.
Pada dasarnya tugas keluarga ada
delapan tugas pokok sebagai berikut:
1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan
kedudukannya masing-masing.
4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang
lebih luas.
8.
Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
2.4 hal hal yang
diperlukan dalam membangun keluarga utuh
Tentunya
kita semua sangat mendambakan kokohnya sebuah kehidupan rumah tangga kita
masing-masing. Ada banyak hal yang perlu kita perhatikan dan pedomani, namun
dalam kesempatan ini saya ingin memberikan 6 (enam) buah pilar yang sangat
dibutuhkan demi mempertahankan kekokohan sebuah rumah tangga, yaitu sebagai
berikut :
a. Latar Belakang Keluarga
Latar belakang keluarga
kedua belah pihak dapat dipungkiri dan pastilah ini sangat memegang peranan
penting. Yang termasuk disini antara lain suku, bangsa, ras, agama, sosial,
kondisi ekonomi, pola hidup dan sebagainya. Namun bukan berarti pasangan dengan
latar belakang yang sangat berbeda dan bertolak belakang tidak mungkin bersatu.
Hanya saja mereka mesti lebih siap dituntut untuk berupaya lebih keras dalam
proses penyesuaian diri. Untuk itu, ketika kita sudah menentukan pasangan hidup
kita yang mungkin berbeda latar belakang seperti yang disebutkan diatas, maka
tentunya hal yang sangat penting dan perlu ekstra hati-hati dalam menjalani
kehidupan rumah tangga adalah proses penyesuaian diri. Memahami dan
menyesuaikan perbedaan itu antara pasangan, orang tua pasangan kita dan
keluarga dari pasangan kita.
b.
Kesetaraan
Kesetaraan akan
mempermudah suami istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Adanya
kesetaraan dalam banyak hal dapat meminimalkan friksi yang mungkin timbul.
Kesetaraan ini antara lain meliputi kesetaraan pendidikan, pola pikir, dan
keimanan.
c.
Krakteristik Individu
Setiap individu memiliki
karakteristik yang unik dan ini menjadi salah satu pilar yang menentukan
langgeng tidaknya sebuah rumah tangga. Individu dengan karakter sulit yang
bertemu dengan individu yang juga berkarakter sulit, tentu lebih berat dalam
mempertahankan pernikahannya. Sebaliknya, yang berkarakter sulit bila bertemu
dengan pasangan yang berkarakter mudah, tentu proses penyesuaian yang harus
dijalaninya bakal lebih mulus.
d.
Cinta
Kata yang satu ini tidaklah sepele. Walaupun tidak berwujud,
cinta dapat dirasakan. Pernikahan tanpa cinta dapat diibaratkan sayur tanpa
garam, serba hambar dan dingin. Cinta yang dimaksud adalah cinta yang mencakup
makna melindungi, memiliki tanggung jawab, memberi rasa aman, pada pasangan dan
sebagainya. Ada yang bilang……setelah sekian lama menikah, cinta biasanya akan
hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Sementara yang
tersisa tinggal tanggung jawab. Benarkah demikian?? Tentunya tidak harus
seperti itu karena cinta bisa dipupuk supaya terus subur. Menjalani tanggung
jawab akan terasa lebih ringan kalau ada cinta didalamnya. Meski tentu saja,
mempertahankan rumah tangga tidak cukup hanya dengan bermodalkan cinta semata.
e.
Kematangan dan Motivasi
Kematangan suami/istri
memang ditentukan oleh faktor usia ketika menikah. Mereka yang menikah terlalu
muda secara psikologis belum matang dan ini akan berpengaruh pada motivasinya
dalam mempertahankan biduk rumah tangganya. Namun usia tidak identik dengan
kematangan seseorang, karena bisa saja orang yang sudah cukup umur tetap kurang
memperlihatkan kematangan. Oleh karena itu, usia muda maupun sudah sangat
dewasa ketika akan membangun sebuah rumah tangga, bukanlah hal yang sangat
menentukan boleh tidaknya sebuah pasangan akan melangsungkan pernikahan. Tetapi
yang terpenting adalah kematangan dari masing-masing pasangan. Ada pasangan
yang masih muda, tetapi sudah matang dalam berpikir, bertindak dan melakukan
hal-hal positif dalam menjalani bahtera rumah tangga.
f.
Partnership
Pilar yang terakhir adalah partnership alias semangat
bekerja sama diantara sumai dan istri. Tanpa adanya partnership, umumnya rumah
tangga mudah goyah. Selain itu perlu “persahabatan” yang bisa dirasakan oleh
keduanya. Coba bayangkan, alangkah nikmatnya bila masalah apapun yang
menghadang, senantiasa dihadapi bersama dengan seorang sahabat.kepercayaan
penuh kepada Tuhan yang akan menuntun perjalanan kehidupan rumah tangga kita
semua.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa keluarga itu
memiliki peranan, fungsi, dan tugas masing-masing. Dan ada beberapa hal yang
diperlukan dalam membangun keluarga utuh.
3.2 Saran
Di harapkan setiap
keluarga terbentuk secara utuh.
DAFTAR
PUSTAKA
bu bidan good!!!
BalasHapusMAKASIH infonya
BalasHapus